Senin, 23 November 2015

Hati-Hati dalam Menggunakan Imbuhan -nya Pada Suatu Kalimat

Bila melihat realita saat ini, penggunaan imbuhan -nya yang sesuai kaidah Bahasa Indonesia kerap disepelekan oleh banyak orang. Biasanya penggunaan imbuhan -nya ini mengalami kesalahan ketika diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selebihnya, kesalahan masih sering terjadi pada penulisan yang tidak resmi, misalnya dalam penulisan pesan singkat yang nampaknya sudah sangat menjamur di masyarakat awam. Kesalahan penggunaan baik secara pengucapan maupun secara penulisan dapat dilihat dari permisalan berikut ini:

  • Permisi, Pak. Apakah Budinya ada?
  • Itu semua terserah kamunya.
  • Mari kita berdoa kepada Tuhan, semoga kita senantiasa mendapatkan perlindungan dan ampunannya.

Jadi, apa yang salah dari kalimat-kalimat di atas? Untuk lebih lanjutnya, mari pahami terlebih dahulu mengenai posisi imbuhan -nya pada suatu kalimat. Imbuhan -nya terletak di akhir kalimat sehingga disebut sebagai sufiks (akhiran), yang mana penulisan sufiks -nya ini diimbuhkan pada akhir kata. Contoh penulisan sufiks -nya:
  •  Obatnya harus diminum tiga kali sehari.
  • Jangan lupa tasnya dibawa!
  • Suaminya seorang tentara.

Sufiks -nya ini dibagi menjadi dua macam, yaitu: 

a. Sufiks -nya yang digunakan untuk kata ganti orang
yaitu sufiks yang menggantikan subyek baik itu sebagai pelaku maupun sebagai pemilik. Contoh:
  • Kita tidak diperkenankan mencoret-coret bukunya. (-nya sebagai pemilik)
  • Semua harus sesuai dengan rencananya. (-nya sebagai pelaku)

b. Sufiks -nya yang digunakan hanya sebagai akhiran
Jadi sufiks ini hanya sebagai akhiran yang berfungsi mempertegas kkata yang diikutinya. Contoh:
  • Apanya yang salah dari tindakan ini?
  • Semuanya hanya sekadar angan.
Sufiks -nya ini tentu saja memiliki kedudukan yang sangat fungsional dalam suatu kalimat. Bahkan penggunaan sufiks -nya sesungguhnya tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi sufiks -nya sendiri antara lain:
  1. Sufiks -nya digunakan sebagai transposisi kata atau antara dua kata yang akan dijadikan suatu kata benda. Contoh: Baik-buruknya kenyataan yang terjadi, semua telah kukembalikan kepada Tuhan.
  2. Sufiks -nya digunakan untuk menjelaskan atau menekankan kata yang diikutinya. Contoh:  Sekarang adalah waktunya main.
  3. Sufiks -nya digunakan untuk menjelaskan situasi. Contoh: Bereka berteriak dengan kerasnya.
  4. Sufiks -nya digunakan untuk beberapa kata yang memang harus dirangkai diakhiri dengan -nya, misalnya pada kata agakya, rupanya, sesungguhnya, sebenarnya dan lain-lain.

Jadi, kesimpulannya adalah
1. Sufiks (akhiran) -nya tidak boleh diletakkan secara sembarangan pada sebuah nama atau kata ganti, sebab sufiks -nya itu sendiri sudah merupakan kata ganti orang atau kata kepemilikan.
2. Penulisan sufiks -nya disambung dengan kata yang diikutinya.
3. Penulisan sufiks -nya untuk kata ganti Tuhan harus diawali dengan huruf besar.
4. Contoh perbaikan penggunaan sufiks -nya:
  • "Permisi, Pak. Apakah Budinya ada?" menjadi "Permisi, Pak. Apakah Budi ada?"
  • "Itu semua terserah kamunya." menjadi "Itu semua terserah kamu."
  • "Mari kita berdoa kepada Tuhan, semoga kita senantiasa mendapatkan perlindungan dan ampunannya." menjadi "Mari kita berdoa kepada Tuhan, semoga kita senantiasa mendapatkan perlindungan dan ampunan-Nya."


2 komentar:

  1. Di sekolah dulu seingat saya pernah diberi pelajaranp jangan terlalu banyak menggunakan imbuhan "nya" terkait milik. Contoh
    Itu pensilnya Romi seharusnya cukup Itu pensil Romi
    Saya pernah datang ke rumahnya Toni
    Seharusnya cukup
    Saya pernah datang ke rumah Toni.
    Apakah benar begitu?
    Jika ya bagaimana dengan yang berikut ini?
    Jika yang meninggal "ibundanya" atau "ibu yang melahirkan" Halimah apakah boleh ditulis
    Yang meninggal Ibu Halimah?

    Itu sesuai pelajaran yg sy terima tetapi menjadi "kacau" dengan tafsiran bahwa yang meninggal Bu Halimah sendiri bukan ibu yang melahirkan Halimah
    Mohon pencerahan.

    BalasHapus
  2. Berarti kita sebagai Warga Negara Indonesia yang baik harus menjaga hal ini, karena ada beberapa orang dari luar Indonesia kebingungan soal imbuhan -nya.

    BalasHapus